Thursday, April 1, 2010

Kisah Raja Dan Empat Isterinya

Diandaikan, terwujudlah satu kisah andaian seorang raja yang hidup bersama 4 orang isterinya..


Alhikayat, raja ni sangat mencintai isteri ke empat dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri ke empat.

Dia juga sangat memuja isteri ke tiga dan selalu membawanya ke pejabat-pejabat kerajaan dan luar negara. Itu kerana dia takut suatu saat nanti, isteri ke tiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi isteri ke dua. Kerana isterinya yang ke dua ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, ambil peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ke dua ini kerana dia mampu membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan sumbangan yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya. Jarang sangat si raja ini mau bersama dengan isteri pertamanya.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat. Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir.?

Saat ini aku memiliki 4 isteri di sampingku, tapi ketika aku akan pergi, mungkinkah aku akan sendiri..?

Lalu, bertanyalah ia pada isteri ke empat. Sampai saat ini, aku paling mencintaimu. Aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku nazak. Apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?
“Tidak akan!” balas si isteri ke empat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.

Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ke tiganya. Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku nazak mau mati, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?
“Tidak!” sahut sang isteri. “Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!”
Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.

Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri ke dua, Selama ini, bila aku memerlukanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus di sampingku?
“Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak dapat memenuhi permintaaanmu!” jawab isteri ke duanya. “Yang mampu aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu.”
Malahan, jawapan si isteri ke dua bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.

Tiba-tiba, satu suara berkata: “Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.” Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan zat. Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, “Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!”


Moral:

Kita semua diibaratkan mempunyai 4 isteri sepanjang hidup kita. Realitinya..

Isteri ke empat kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk tubuh kita.

Isteri ke tiga kita adalah cita-cita, kedudukan dan kekayaan kita. Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Isteri ke dua kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya mampu menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya, isteri pertama kita adalah jiwa, roh, iman kita. Yang sering terabaikan kerana sibuk memburu cita-cita, kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu. 

Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.


Pilihan memang di tangan kita. Namun takdir di tangan Allah.
Tepuk dada tanya iman dalam jiwa, isteri (kehidupan) mana yang lebih dicinta?

No comments:

Post a Comment